Teknik Cara Memegang Raket Badminton/ Bulutangkis

Teknik Dasar Pegangan Raket (Grip) dalam Bulutangkis

Sebagai olahraga yang banyak menggunakan pergelangan tangan, maka cara memegang raket badminton dengan betul atau tidaknya seseorang ketika bermain akan sangat menentukan kualitas pukulan. Teknik cara pegang raket bulutangkis yang benar adalah salah satu hal yang sangat penting dikuasai dengan benar oleh setiap pemain, sebab untuk mengembangkan dan meningkatkan semua jenis pukulan dalam permainan badminton dasarnya harus menguasai teknik pegangan raket dengan betul.

teknik dasar cara memegang raket badminton bulutangkis yang benar

Cara memegang raket bulutangkis yang baik dan benar yaitu menggunakan jari-jari tangan (Ruas jari tangan) dengan luwes, rileks, namun harus tetap bertenaga pada saat memukul kok. Dengan pegangan raket yang benar dan memanfaatkan tenaga pergelangan tangan pada saat memukul kok, maka akan meningkatkan mutu pukulan dan mempercepat laju jalannya kok. Dengan ini maka telah menggunakan tenaga secara lebih efisien namun efektif. ltulah sebabnya, sejak dini peserta latih harus membiasakan memukul kok dengan menggunakan tenaga pergelangan tangan (tenaga pecut). Jangan memegang raket dengan cara menggunakan telapak tangan seperti memegang golok.

Jenis Pegangan Raket

Cara memegang raket yang sering digunakan dalam permainan bulutangkis ada dua macam yaitu cara memegang raket dengan forehand dan backhand. Semua jenis pukulan dalam bulutangkis dilakukan dengan kedua jenis pegangan ini. Kedua  macam cara memegang raket tersebut digunakan secara bergantian sesuai situasi dan kondisi dalam permainan. Untuk para pemula biasanya mempelajari cara memegang forehand terlebih dahulu, kemudian baru backhand.

Cara Memegang Raket Forehand

1.    Peganglah raket dengan tangan kiri atau kanan dan kepala raket menyamping. Pegang raket dengan cara seperti jabat tangan. Bentuk "V" tangan diletakkan pada bagian gagang raket.
2.    Tiga jari, yaitu jari tengah, jari manis dan jari kelingking menggenggam raket, sedangkan jari telunjuk agak terpisah.
3.    Letakkan ibu jari diantara tiga jari dan telunjuk.

Cara Memegang Raket Backhand

Untuk backhand griop, geser "V" tangan ke arah dalam. Letaknya di samping dalam. bantalan jempol berada pada pegangan raket yang lebar.

Cara Latihan

Sebelum praktek melakukan latihan pukulan, perlu dilakukan latihan untuk adaptasi menggerak-gerakkan pergelangan tangan dengan tetap memegang raket dengan benar.
1.    Peserta latih dibiasakan selalu memegang raket dengan jari-jari tangan, luwes, dan tetap rileks, tetapi tetap mempunyai tenaga.
2.    Lakukan gerakan raket ke axah kanan dan kiri, dengan menggunakan tenaga pergelangan tangan. Begitu juga gerakan ke depan dan ke belakang, sehingga terasa betul terjadinya tekukan pada pergelangan tangan.
3.    Gerakkan pergelangan tangan ke atas dan ke bawah.
4.    Memukul bola (kok) ke tembok.
5.    Bouncing ball.

Kesalahan yang Sering Terjadi

-       Memegang raket dengan menggenggam, jari-jari rapat dan sejajar.
-       Posisi "V" tangan berada pada bagian grip raket yang lebar.

Demikian penjelasan tentang teknik memegang raket bulutangkis yang baik,
baca juga tips Cara Servis Badminton yang Betul semoga bermanfaat.

Senar Raket Badminton / Bulutangkis

Memilih Senar Raket Badminton 

Antara raket dan senar adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan dimana keduanya memiliki keterkaitan yang begitu erat. Apalah artinya kita memiliki sebuah raket yang bagus akan tetapi tidak sesuai dengan senar yang dipakainya. Oleh karenanya penting juga kita perhatikan dalam memilih senar yang bagus tentunya untuk mengoptimalkan permainan kita dan agar kita nyaman dalam memakainya. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih senar raket badminton antara lain jenis senar, tarikan senar, dan simpul senar yang akan digunakan.

jenis senar raket badminton
Senar raket badminton

Jenis Senar Raket Badminton

Seperti halnya raket, pada senar badminton pun memiliki beberapa tipe yang dibedakan berdasarkan ketebalan senar. Adapun jenis-jenis senar raket badminton antara lain:

Senar BG 66

Senar jenis ini memiliki kelebihan akurasi dan kelenturan yang bagus sehingga cocok untuk pemain dengan tipe permainan bertahan. Sedangkan kekurangnya adalah tidak terlalu tebal sehingga lebih mudah putus.

Senar BG 65 ti/68 ti

Senar ini mempunyai kelebihan akurasi dan kekuatan yang bagus dan cocok untuk pemain bertipe menyerang. Kekurangan dari senar jenis ini adalah kurang lentur sehingga sulit melakukan kontrol.

Senar BG 66 Sharp

Senar jenis ini memiliki kelebihan akurasi, kelenturan dan kekuatan yang bagus dan cocok untuk pemain dengan tipe menyerang atau bertahan. Sedangkan kekurangannya adalah harganya yang cukup mahal. 

Senar raket badminton juga memiliki tarikan yang biasanya diatur oleh alat untuk menganyam senar ke raket. Tiap raket ada batas maksimum untuk dianyam, Anda bisa lihat di gagang raket, biasanya terdapat rekomendasi tarikan minimum dan maksimum raket.

Tarikan Senar Raket Badminton

Untuk mengetahui tentang tarikan senar raket, berikut ini ada beberapa informasi terkait dengan tarikan senar badminton:

Tarikan 22-25

Tarikan ini memiliki kekuatan yang bagus, bagi yang terbiasa dengan permainan menyerang maka Anda bisa menggunakan tarikan jenis ini. Namun keakuratan agak sedikit menurun sehingga harus bisa mengontrol dengan baik ketika melakukan smash.

Tarikan 27-28

Pada tarikan ini keakuratan dan kestabilan raket terbilang bagus, maka tipe ini cocok bagi mereka yang terbiasa dengan permaianan bertahan dan menyerang.

Tarikan 29-30

Tarikan ini memiliki keakuratan yang sangat bagus, biasa digunakan untuk pemain ganda yang biasa bermain di depan. Usahakan raket yang sobat gunakan mampu mencapai tarikan ini, jika pembuat raket tidak merekomendasikan sampai ke tarikan ini, saya sarankan jangan ditarik sampai 29/30, kemungkinan raket bisa tidak simetris bahkan jika raket yang dipilihnya palsu bisa saja membuat raket menjadi bengkok ataupun retak.

Nah selain tipe dan tarikan senar, hal lain yang perlu diperhatikan juga adalah simpul senar raket. Simpul juga mempunyai pengaruh terhadap permainan badminton maka pemilihan simpul yang tepat pastinya akan memudahkan kita dalam bermain.

Simpul Senar Raket Badminton

Beberapa hal yang juga perlu untuk diketahui tentang simpul senar raket badminton antara lain:

Senar dengan Simpul 2

Tarikan senar raket jenis ini diikat dengan simpul dua, 1 di atas dan 1 di bawah. Senar raket dengan simpul ini merupakan simpul senar yang paling banyak dipakai karena penyenarannya tidak membutuhkan waktu lama. Kelebihan lain dari simpul 2 ini adalah senar raket cenderung tidak mudah putus, namun hal lain yang akan terjadi jika senar tidak putus-putus adalah senar bisa kendor seiring dengan banyaknya pukulan yang dilakukan. Kelemahan lainnya dari simpul ini adalah tekanan pada frame yang kurang merata.

Senar dengan Simpul 4

Jenis tarikan senar raket ini diikat di 4 simpul, 1 diatas dan 3 dibawah. Bagi yang memesan penyenaran dengan simpul 4 ini perlu menanyakan kepada tukang senarnya, terkadang tidak semuanya bersedia menggarapnya karena memang waktu pengerjaannya yang lebih lama. Kelemahan lainnya adalah senar raket cenderung lebih mudah putus jika terus menerus melakukan pukulan smash. Namun keunggulan dari simpul ini adalah tekanan di frame yang lebih merata dan senar tidak cepat kendor karena disimpul di empat sisi.

Ringkasnya untuk mempermudah pemilihan senar raket, perhatikan hal-hal berikut ini:
·  Jika Anda adalah pemain yang terbiasa dengan tipe permainan menyerang maka sebaiknya menggunakan tipe senar BG 65 ti/68 ti/66 sharp dengan tarikan 22-25 dan simpul 4.
·    Jika Anda adalah pemain yang terbiasa dengan tipe permainan bertahan sebaiknya Anda memilih tipe senar BG 66, dengan tarikan 29-30 dan simpul 2.
·   Jika Anda adalah pemain yang terbiasa dengan tipe permainan menyerang dan bertahan maka sebaiknya Anda memilih tipe senar BG 66 sharp dengan tarikan 27-28 dan simpul 2 atau 4.

Jika Anda adalah pemula biasanya masih bermasalah dengan power pukulannya jadi lebih baik gunakan tarikan senar yang rendah (18-21 lbs) karena jika menggunakan string yang kenceng justru tidak akan memberikan power pada pukulan. Berbeda dengan para atlet, otot tangan mereka telah terlatih sedemikian rupa sehingga tidak lagi terpengaruh dengan perbedaan tarikan yang menghasilkan pukulan yang kuat/ lemah, makanya mereka prefer pada tarikan yang kuat agar lebih meningkatkan akurasi dan kontrol pukulan.

Pemilihan senar raket untuk permainan badminton sebenarnya memang tergantung pada kesukaan masing-masing, namun tetaplah harus disesuaikan dengan kebutuhan dan tipe permainan yang digunakan sehingga nyaman saat memakainya dan dengan pilihan senar raket yang tepat Anda bisa lebih mengoptimalkan permainan serta meningkatkan kemampuan yang dimiliki.

Demikian penjelasan tentang senar raket bulutangkis, jangan lupa untuk membaca artikel Tips Memilih Raket Badminton yang tepat sebelum membeli, semoga bermanfaat. 

Tips dan Cara Memilih Raket Badminton / Bulu Tangkis

Raket Badminton / Bulu Tangkis

Raket bulu tangkis secara tradisional dibuat dari kayu, kemudian aluminium atau logam ringan lainnya menjadi bahan yang dipilih. Kini, hampir semua raket bulu tangkis profesional berkomposisikan komposit serat karbon (plastik bertulang grafit). Serat karbon memiliki kekuatan hebat terhadap perbandingan berat, kaku, dan memberi perpindahan energi kinetik yang hebat. Namun, sejumlah model rendahan masih menggunakan baja atau aluminium untuk sebagian atau keseluruhan raket. Panjang raket 67,95 cm, kepala raket mempunyai panjang 29,21 cm, lebar 22,86 cm.

tips cara memilih raket badminton bulutangkis

Bagi Anda yang akan membeli raket bulu tangkis, perhatikanlah tips memilih raket bulu tangkis / badminton berikut ini agar anda tidak salah dalam memilihnya. Berikut tipsnya untuk Anda :

1.   Gaya Permainan

Sebelum memilih raket badminton Anda perlu menentukan terlebih dahulu karakter permainan yang seperti apa yang biasa Anda gunakan. Dengan cara memilih raket yang tepat maka teknik dan kemampuan bermain Anda akan menjadi lebih maksimal. Ada raket yang dirancang khusus untuk tipe menyerang, tipe bertahan atau bisa juga gabungan dari keduanya.

Tipe permainan menyerang

Jika anda seorang pemain bulu tangkis yang memiliki gaya menyerang, sebaiknya anda memilih raket badminton yang tidak terlalu fleksibel dan mampu menyalurkan kekuatan pukulan anda, sehingga menghasilkan pukulan smash yang maksimal. Maka  pilihlah raket yang berbobot jenis 3U  – 2U, misalnya saja seperti raket Yonex Arcsaber 11 Taufik Hidayat.

Tipe permainan bertahan

Jika anda terbiasa dengan gaya bermain bertahan atau mengandalkan reli dan cenderung mengontrol permainan, sebaiknya pilih raket badminton dengan bobot yang tidak terlalu berat, pilihan terbaik adalah raket badminton jenis 4U – 3U dengan titik keseimbangan dari ujung grip 270 – 285 cm. Dengan spesifikasi raket ini anda akan memiliki akurasi dan respon yang lebih cepat dalam menahan serangan lawan. Sebagai contohnya adalah Yonex VOLTRIC 80 Peter Gade.

Tipe permainan kombinasi bertahan dan menyerang

Untuk anda yang memiliki gaya permainan seimbang perpaduan antara bertahan dan menyerang, raket jenis 3U merupakan pilihan terbaik bagi anda. Raket badminton jenis ini memiliki tingkat fleksibilitas sedang. Misalnya saja seperti raket Yonex Carbonex 21, atau Carbonex 8000N.

2.   Spesifikasi Raket

Cermatilah beberapa hal tentang raket yang akan Anda pilih seperti, berat, titik keseimbangan, kelenturan/ kekakuan, bahan, frame, diameter pegangan dan mungkin juga merk raket.

Berat Raket Badminton / Bulu tangkis

Raket Badminton umumnya dibagi dalam beberapa ukuran berat yang ditandai dengan kode ‘U’, dimana semakin tinggi nilai ‘U’, maka semakin ringan raket tersebut, sebaliknya semakin rendah nilai ‘U’ raket akan semakin berat. Adapun 5 jenis ‘U’ pada berat raket badminton yaitu :
     U   =  95-99 gram
     2U =  90-94 gram
     3U =  85-89 gram
     4U =  80-84 gram
     5U =  75-79 gram
Raket yang memiliki ukuran berat atau raket power lebih tepat digunakan bagi mereka yang mempunyai pergelangan tangan yang kuat. Raket jenis ini akan menambah momentum yang lebih saat anda mengayunkannya, sehingga akan menambah power khususnya saat digunakan untuk melakukan smash.
Masalah yang timbul kemudian adalah raket yang berat sulit untuk dikontrol. Jika tidak sabar dan tenang, serta tidak mampu mengontrol power dalam memukul, maka kemungkinan bola out akan sering terjadi. Ditambah lagi kesulitan dalam mengenggam raket yang lumayan berat.
Raket yang memiliki ukuran ringan lebih baik dalam mengkontrol bola, namun sulit untuk mendapatkan power. Anda harus bekerja ekstra keras untuk menciptakan momentum yang besar untuk menambah power.

Titik Keseimbangan Raket

Untuk melihat titik keseimbangan raket yang hendak dibeli adalah dengan cara menghadapkan jari telunjuk ke atas dan taruh batang raket di atas tangan anda. Geser batang raket sedikit demi sedikit sampai anda menemukan raket dalam keadaan seimbang. Jika jari telunjuk anda lebih dekat dengan frame / kepala raket maka ini adalah raket jenis power, namun jika jari telunjuk Anda lebih dekat dengan pegangan raket, maka ini adalah raket jenis control.

Kelenturan / Kekakuan Batang Raket

Untuk mengetahui lentur atau kaku batang raket yang akan dibeli caranya adalah dengan memegang kepala raket dan pegangan raket, cobalah membengkokkannya dengan perlahan-lahan dan hati-hati saat anda sedang memilihnya. Selain itu Anda juga bisa melakukan twist atau puntiran. Hal ini dilakukan untuk menguji akurasi placing shutllecock, tentunya harus hati-hati dan penuh perasaan.
Beberapa hal dari raket badminton dengan batang fleksibel :
-       Memberikan Pantulan yang bagus saat diayunkan.
-       Raket tipe ini cocok bagi pemain yang mempunyai tipe stroke atau bertahan.
-       Raket ini sangat baik dalam mengantisipasi smash keras dari lawan.
-       Cocok untuk para pemula yang baru belajar bulu tangkis karena tidak membutuhkan banyak tenaga.
-       Kurangnya kecepatan dalam mengembalian bola. 
Sedangkan raket dengan batang kaku :
-       Pantulan yang kurang saat di ayunkan
-       Raket ini paling bagus untuk melakukan serangan cepat,
-       Kelemahan dari raket ini adalah anda membutuhkan ayunan yang kuat atau aksi yang cepat dari pergelangan tangan

Bentuk Frame / Kepala Raket

Frame atau kepala raket badminton memiliki 2 tipe frame yaitu tipe frame Konvensional (Berbentuk oval) dan tipe  frame isometric (Berbentuk mendekati persegi).  Frame Isometric memiliki spot-spot pukulan yang baik di bantalan senar yang lebih luas. Dengan semikian, akan ada banyak kesempatan bagi pemain untuk menciptakan pukulan yang cantik dan unik. Sedangkan frame konvensional memiliki spot atau titik untuk melakukan pukulan yang baik lebih sedikit dari pada yang ada pada frame isometric.

Bahan Raket

Pilihlah raket dengan bahan dasar yang berkualitas seperti carbon-fiber yang mempunyai karakter aerodinamik dan ringan, tetapi kuat dan tidak mudah berkarat. Raket ini sangat nyaman digunakan dan lebih tahan lama, sehingga bisa digunakan selama beberapa tahun tanpa kerusakan yang berarti.

Diameter Gagang Raket - Handgrip

Pilihlah raket yang mempunyai diameter gagang (pegangan) yang sesuai dengan ukuran tangan Anda. Pertimbangkan juga jika Anda ingin menambahkan handgrip, karena pegangan akan bertambah besar. Dengan posisi pegangan yang mantap dan nyaman, maka anda bisa bermain bulu tangkis dengan lebih maksimal.

Merk Raket

Untuk masalah merek sebenarnya sih tergantung selera masing-masing, namun yang paling banyak disarankan oleh orang-orang yang berpengalaman dalam bulu tangkis adalah merek Yonex, Apacs, Astec, Pro-Ace, dan Gosen. Jika Anda membelinya melalui situs online maka pastikan sudah mengetahui jenis dan spesifikasi raket tersebut yang sesuai dengan gaya permainan Anda. Perlu diingat bahwa semakin bagus kualitas raket tentu harganya semakin mahal, maka sesuaikan dengan kantong Anda dan berhati-hatilah dalam memilih raket yang original terutama pada merk-merk yang sudah terkenal.

Baca juga : Panduan Lengkap Bermain Badminton 

Itulah beberapa tips cara untuk memilih raket bulutangkis yang berkualitas bagus, semoga bermanfaat.

Sejarah Raket Bulutangkis / Badminton

Sejarah raket bulutangkis dimulai dan dibuat dari bahan kayu sekitar tahun 1960-an kemudian bingkai logam raket juga mulai popular pada saat itu. Raket badminton mulai menggabungkan kayu dan logam, yang memungkinkan pemain untuk lebih mampu mengontrol shuttlecock dan poin selama pertandingan. Di akhir 1960-an, raket bulutangkis dengan aluminium frame lebih populer ketika itu. Hal ini memungkinkan berbagai produsen raket dengan nama merek terkenal untuk menghasilkan raket berbeda gaya dengan harga yang lebih murah. Akibatnya, pemain memiliki  lebih banyak pilihan kemudian dapat menemukan raket yang tepat dan sesuai bagi nuansa terbaik bagi mereka.

sejarah raket kayu badminton

Selama tahun 1970-an dan sepanjang tahun 1980-an, sejarah raket bulutangkis dengan komposisi komposit karbon menguasai pasar raket bulutangkis dimana bahan tersebut lebih ringan dari bahan sebelumnya. Raket ini cenderung kurang tahan daripada aluminium, akan tetapi produsen diberi kesempatan untuk bereksperimen dengan komposit yang berbeda, seperti gabungan serat karbon dan aluminium, yang pada akhirnya muncul bahan menggunakan grafit pada tahun 1990.

Baca juga : Sejarah Permainan Bulutangkis

Pada saat titanium ditambahkan ke bahan grafit, sejarah raket bulutangkis selama tahun 1990-an, para produsen telah menemukan perpaduan bahan terbaik untuk raket bulutangkis dengan bahan ringan dan kekuatan terbaik. Dengan menggunakan raket tersebut para pemain bulutangkis mampu meningkatkan kontrol bola buluttangkis serta menambah kecepatan permainan bulutangkis mereka. Komposisi bahan ini memungkinkan untuk lebih kuat dan erat menambah ketegangan tali/string raket bulutngkis dibanding menggunakan sejarah raket bulutangkis dengan bahan aluminium.

Adanya kombinasi yang tepat komposisi bahan serta kekuatannya, setiap pemain bulutangkis bisa menemukan ketegangan tali yang ideal dan cocok pada permainannya permainan. Kemajuan teknologi ini membuat para produsen raket olahraga terutama raket bulutangkis untuk memproduksi berbagai macam raket bulutangkis sesuai dengan semua tingkat pemain mulai dari pemain pemula sampai pemain profesional bulutangkis.

Dengan ditemukan bahan pembuatan raket bulutangkis ini, menjadi menarik bagaimana pengaruh sejarah raket bulutangkis dengan merek terkenal dan ternama untuk menghasilkan raket dengan kualitas tinggi pada permainan tenis lapangan, bulutangkis dan squash.

Jika kita melihat jenis raket yang dipakai sekarang ini bisa dikatakan nyaris sempurna, meskipun kemungkinan untuk terus mengalami perubahan-perubahan akan selalu ada demi meningkatkan kenyamanan pemainnya. Apabila ditinjau secara umum beberapa perubahan tentang raket bulutangkis dari masa awal pembuatannya meliputi:

Frame Raket

Pada saat pertama kali frame atau bingkai raket bulutangkis memakai bingkai kayu. Namun pemain berusaha untuk memiliki raket ringan untuk meningkatkan kecepatan mereka di lapangan, dan mereka beralih ke frame aluminium, kemudian setelah itu menggunakan bahan serat karbon komposit untuk raket lebih ringan.

Bentuk Kepala Raket

Bentuk oval tradisional raket bulutangkis telah beralih kebentuk lain, seperti isometrik dan berlian, atau berbentuk air mata. Ukuran isometrik meningkatkan luas dari raket yang dikenal sebagai “sweet spot,” yang merupakan daerah senar di mana pemain dapat memberikan pukulan yang paling ampuh untuk shuttlecock.

Senar Raket

Awalnya, senar bulutangkis terbuat dari usus alami hewan. Untuk meningkatkan ketegangan senar dan juga untuk meningkatkan kecepatan permainan, kebanyakan pemain menggunakan bahan sintetis seperti nilon yang lebih murah dan memberikan kualitas yang sama seperti senar alami. Selengkapnya silahkan baca: Senar Raket Badminton

Pegangan Raket

Pegangan pada raket bulutangkis juga telah menuju penggunaan bahan sintetis. Polyurethane dan jenis grip handuk membantu pemain dari kehilangan pegangannya pada pegangan dan membantu membangun diameter sehingga membuatnya nyaman ditangan.

Demikian penjelasan mengenai sejarah raket badminton jangan lupa untuk membaca artikel bulutangkis yang lainnya semoga bermanfaat. 

Standar Shuttlecock Badminton

Bola Kok Badminton / Bulutangkis

Sebelum kita bahas standar shuttlecock menurut PBSI maupun BWF terkait dengan berat dan ukuran standar shuttlecock lainnya, kita perlu tahu terlebih dulu apa itu pengertian dari shuttlecock atau yang biasa disebut dengan kok. Shuttlecock adalah bola yang digunakan dalam olahraga bulu tangkis dan terbuat dari rangkaian bulu angsa yang disusun membentuk kernet terbuka. Memiliki pangkal berbentuk setengah bola yang terbuat dari gabus. Istilah shuttle cock di adaptasi dari bahasa Inggris yaitu cock yang berarti ayam jantan, karena sebelum menggunakan bulu angsa, kok di buat dari bulu ayam. Kemudian, kata cock berubah menjadi shuttle cock agar tidak mengandung unsure arti negatif.

Shuttlecock Standar Ukuran, Berat dan Bahan Bola Bulu Tangkis

Bagi Anda yang gemar bermain olahraga bulutangkis berapa shuttlecock yang Anda habiskan dalam sekali bermain, dan masih layakkah bola kok yang Anda gunakan? Terkadang miris sekali, sering dijumpai sebagian orang yang bermain bulu tangkis menggunakan shuttlecock yang sebenarnya sudah tidak layak pakai tetapi mereka memilih untuk tetap menggunakannya, dan jika dipandang mata pun sudah tidak enak lagi karena arah maupun pantulannya sudah sangat parah. 

Namun haruslah diingat bahwa dalam sebuah turnamen resmi, shuttlecock yang digunakan adalah bola kok yang sesuai standar agar kualitas permainan tetap terjaga sehingga perlu terbiasa berlatih dengan shuttlecock yang masih bagus dan sesuai standar yang telah ditentukan. Perlu diingat juga bola kok yang bagus juga harus diimbangi dengan memakai raket yang tepat untuk digunakan. 

Silahkan baca : Senar Raket Badminton

Shuttlecock yang Standar

Peraturan bola kok badminton atau bulutangkis menurut standar internasional yang di keluarkan oleh badan federasi bulu tangkis dunia atau BWF (Badminton World Federation), shuttlecock mempunyai karakteristik sebagai berikut:

1. Bahan shuttlecock

Menurut standar BWF, shuttlecock di buat dari bulu angsa putih yang di tancapkan pada sebuah bola dari bahan busa karet. Bulu angsa dipilih karena lebih baik di bandingkan jenis bulu lainnya.

2. Jumlah bulu shuttlecock

Shuttlecock standar internasional memiliki 16 bulu angsa yang menancap dan mengelilingi bola karet. Jumlah 16 bulu ini dimaksudkan agar bola kok lebih simetris dan dapat memiliki daya kecepatan yang cepat namun stabil saat melambung.

3. Panjang bulu shuttlecock

Standar panjang bulu shuttlecock harus sama yaitu antara 62 mm dan 70 mm.

4. Ukuran shuttlecock

Ujung dari bulu-bulu harus membentuk lingkaran dengan panjang diameter antara 58 mm dan 68 mm.

5. Semua bulu harus tergabung menjadi satu kesatuan yang kuat.

6. Diameter shuttlecock

Pangkal shuttlecock yang berbentuk setengah bola harus memiliki panjang di ameter antara 25 mm dan 28 mm.

7. Berat shuttlecock

Standar shuttlecock seluruhnya harus antara 4,47 gram dan 5,50 gram.


Tips membeli shuttlecock atau bola badminton yang paling bagus harus dicermati tentang kualitas, bahan, ukuran dan lainnya. Cara memilih kok bulutangkis terbaik di dunia dapat dilihat dari merek dan harganya. Untuk harga shuttlecock yang bagus tentu lebih mahal namun sebanding dengan kualitasnya.  Merk shuttlecock terbaik yang paling populer dan terkenal di dunia seprti RSL, yonex, ada juga merk aspro, sumirat, dari Indonesia merk eva jaya, anak emas, gold eagle dan masih banyak yang lainnya.

Baca juga: Ukuran lapangan bulutangkis


Demikianlah penjelasan singkat tentang standar shuttlecock yang bisa dibagikan pada kesempatan kali ini, semoga bermanfaat untuk menunjang permainan badminton Anda.

Ukuran Lapangan Bulutangkis/ Badminton Standar Internasional

Ukuran Standar Lapangan bulutangkis


Setiap olahraga apapun pastinya memerlukan sebuah arena atau tempat untuk memainkannya, demikian juga dengan permainan badminton yang banyak digemari  oleh masyarakat kita. Sayangnya tidak semua ukuran lapangan badminton/ bulutangkis yang mereka miliki telah sesuai standar dan banyak diantara mereka yang hanya bermain dengan tempat seadanya.

Mereka membuat sebuah lapangan dengan garis yang bukan mengikuti ukuran standar akan tetapi mengikuti tempat yang tersedia sesuai situasi dan kondisi yang ada. Tidak salah memang kalau tujuan utamanya hanya untuk mencari keringat dan sekedar menyalurkan hobinya saja, tetapi perlu diingat bahwa jika kita terbiasa menggunakan lapangan yang tidak sesuai standar maka kita akan kesulitan dalam meningkatkan akurasi permainan kita di pertandingan-pertandingan resmi.

Silahkan baca selengkapnya: Peraturan Badminton

Apabila kita ingin menjadi pemain badminton profesional ya sudah tentu harus famillier dengan lapangan-lapangan yang sesuai standar sehingga tingkat akurasi permainan kita akan lebih meningkat tajam. 
Ukuran Lapangan Bulutangkis/ Badminton Standar Internasional
Ukuran standar lapangan badminton

Bentuk Lapangan Badminton

Permainan badminton memiliki lapangan berbentuk persegi panjang yang terbagi dua menjadi bidang permainan yang saling berhadapan dan dipisahkan oleh sebuah net yang membentang di tengah. Setiap bidang terdapat beberapa garis permainan, diantaranya garis servis depan, garis servis tengah, garis servis samping (Untuk permainan tunggal) sisi kiri dan kanan, dan garis servis belakang (Untuk permainan ganda).

Garis-garis permainan lapangan badminton memilki ketebalan 40mm dan harus berwarna kontras terhadap warna lapangan. Warna garis yang disarankan adalah warna putih atau kuning. Permukaan lapangan badminton disarankan terbuat dari kayu atau bahan sintetis yg lunak dan sangat tidak dianjurkan permukaan lapangan yang terbuat dari beton atau bahan sintetik yang keras karena dapat mengakibatkan cedera pada pemain.

Ukuran Lapangan Bulutangkis/ Badminton

Ketetapan ukuran lapangan permainan badminton telah ditentukan oleh Federasi Badminton Internasional (IBF, International Badminton Federation) yang sekarang dikenal dengan nama Federasi Dunia Badminton (BWF, Badminton World Federation). Untuk di Indonesia dinaungi oleh PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia). Adapun ukuran internasional lapangan badminton standar internasional adalah :
-  Panjang lapangan badminton adalah 13,40 m
-  Lebar lapangan badminton 6,10 m
-  Jarak garis servis depan dari garis net 1,98 m
-  Jarak garis servis tengah dari garis samping lapangan 3,05 m
-  Jarak garis servis belakang (untuk permainan ganda) dari garis belakang lapangan 0,76 m
-  Jarak garis samping permainan tunggal dari garis pinggir lapangan 0,46 m
-  Tinggi tiang net 1,55 m
-  Tinggi net 1,52 m


Ukuran lapangan badminton mini yang biasa dipakai untuk anak usia di bawah 9 tahun sedikit berbeda yaitu ukuran panjang lapangannya adalah 10,05 meter sedangkan untuk lebarnya 4,40 meter.

Bidang Permainan Bulutangkis/ Badminton 
Setiap garis lapangan  di dalam permainan bulutangkis memiliki fungsinya masing-masing. Garis samping memiliki 2 garis (Luar dan dalam) dan garis belakang juga memiliki 2 garis (Luar dan dalam). Setiap permainan bulutangkis memiliki aturan yang berbeda antara partai tunggal dan partai ganda. 

Lapangan Badminton Pertandingan Partai Tunggal 

Dalam bidang permainan partai tunggal, lebar area permainan menggunakan garis lapangan samping bagian dalam dan untuk panjangnya menggunakan garis belakang bagian luar. Sedangkan area permainan partai ganda untuk lebar permainan menggunakan garis luar bagian samping dan untuk panjangnya menggunakan garis belakang bagian luar.
Bidang permainan, ukuran lapangan badminton untuk partai tunggal sebagai berikut: 
-  Panjang bidang permainan 13,40 m
-  Lebar bidang permainan 5,18 m
-  Panjang bidang penerima servis 4,72 m
-  Lebar bidang penerima servis 2,59 m
ukuran panjang lebar lapangan bulutangkis badminton partai tunggal ganda

Lapangan Badminton pertandingan partai ganda

Dalam bidang permainan partai tunggal, lebar area permainan menggunakan garis lapangan samping bagian dalam dan untuk panjangnya menggunakan garis belakang bagian luar. Sedangkan area permainan partai ganda untuk lebar permainan menggunakan garis luar bagian samping dan untuk panjangnya menggunakan garis belakang bagian luar.
Adapun bidang, ukuran lapangan bulutangkis untuk permainan ganda adalah sebagai berikut: 
-  Panjang bidang permainan 13,40 m
-  Lebar bidang permainan 6,10 m
-  Panjang bidang penerima servis 3,96 m
-  Lebar bidang penerima servis 3,05 m


Garis Lapangan Badminton Area Servis 

area permainan servis lapangan badminton bulutangkis


Bidang area service permainan bulutangkis untuk partai tunggal adalah garis samping dalam dan garis belakang luar, sedangkan untuk area service untuk partai ganda adalah garis samping luar dan garis belakang bagian dalam.

Area servis lapangan badminton untuk pertandingan tunggal yaitu lebar 5,18 meter dan panjangnya 13,40 meter. Sedangkan area servis untuk pertandingan ganda berukuran 6,10 meter lebarnya dan 11,88 meter panjangnya.

Baca juga : Panduan Lengkap Bermain Badminton

Demikian penjelasan tentang ukuran standar lapangan bulutangkis/ badminton, silahkan baca juga artikel yang lainnya semoga bermanfaat.

Sejarah Badminton / Bulutangkis

Sejarah Badminton di Indonesia

Permainan badminton / bulutangkis adalah salah satu cabang olahraga yang mampu mengangkat nama Indonesia ke ranah Internasional dari sekian banyak cabang olahraga. Kita sebagai rakyat Indonesia tentunya bangga terhadap prestasi-prestasi yang pernah  diraih oleh putra bangsa yang berhasil menjuarai beberapa turnamen bergengsi bertaraf Internasional. Sebagai penggemar olahraga bulutangkis pastinya tahu tentang sejarah permainan badminton lengkapnya, dari mana asal usulnya dan bagaimana sejarah awalnya?

SEJARAH BULUTANGKIS DI DUNIA

Pada saat 2000 tahun yang lalu permainan bulu tangkis ada yang berpendapat telah berkembang di Mesir kuno tetapi ada yang beranggapan juga berkembang di India dan Republik Rakyat Cina. Asal mula dari permainan ini ialah sebuah permainan etnis Tionghoa, Jianzi yang menggunakan kok tetapi tanpa raket. objeknya seolah olah dimanipulasi dengan kaki. Objek atau misi permainan yaitu menjaga kok agar tidak menyentuh tanah selama mungkin tanpa menggunakan tangan.

Silahkan baca : Standar Shuttlecock Badminton

Sejak zaman pertengahan di daratan eropa yaitu Inggris, sebuah permainan untuk anak-anak yang disebut Battledores dan Shuttlecocks sangat populer. Sebelumnya anak-anak biasanya akan memakai  pemukul /tongkat (Battledores) dan bersiasat bersama untuk bisa menjaga kok tetap di udara dan mencegahnya jatuh ke  tanah. Penduduk Inggris membawa permainan ini ke Jepang, Republik Rakyat Cina, dan Siam (sekarang Thailand) pada waktu mereka mengolonisasi Asia. Dan akhirnya anak anak memainkannya.

sejarahbadminton-sejarahbulutangkis

Permainan yang bersifat kompetitif ini diciptakan oleh petugas Tentara Britania di Pune, India sekitar abad ke-19 saat adanya tambahan jaring dan memainkannya secara bersaingan. Karean berada kota Pune yang dulunya sebagai Poona, permainan ini akhirnya dikenali sebagai Poona. Kemudian tentara itu membawa permainan itu kembali ke Inggris  sekitar 1850-an. Olah raga ini mendapatkan namanya yang sekarang pada 1860 dalam sebuah pamflet oleh Isaac Spratt, seorang penyalur berbagai mainan Inggris, judulnya"Badminton Battledore - a new game" (Battledore bulu tangkis - sebuah permainan baru). Olahraga ini tersebut dimainkan di Gedung Badminton (Badminton House), estat Duke of Beaufort's di kota, Inggris yaitu Gloucestershire.

Rencengan peraturan yang pertama ditulis oleh Klub Badminton Bath pada 1877. Asosiasi yang menaungi bulu tangkis Inggris dibentuk pada 1893 dan kejuaraan internasional pertamanya tampil pada pertama kali pada 1899 dengan Kejuaraan All England. Bulu tangkis menjadi sebuah sangat populer di dunia, terutama untuk  Asia Timur dan Tenggara, yang saat ini mendominasi olah raga ini, dan di negara-negara Skandinavia.

Pada tahun 1934 berdirilah International Badminton Federation (IBF) sebagai induk permaianan bulutangkis dan menyatakan Inggris, Irlandia, Skotlandia, Denmark, Belanda,  Wales, Kanada, Selandia Baru dan Perancis sebagai negara pelopornya. Sedangkan India telah bergabung sebagai afiliat di tahun 1936. Pada saat IBF Extraordinary General Meeting di Madrid, Spanyol, September 2006, usulan untuk merubah nama International Badminton Federation menjadi Badminton World Federation (BWF) diterima dengan suara bulat oleh seluruh 206 delegasi yang hadir. Bulu tangkis ini menjadi olah raga Olimpiade Musim Panas di Olimpiade Barcelona tahun 1992. Pada tahun itu Indonesia dan Korea Selatan memperoleh masing-masing dua medali emas.

SEJARAH BULUTANGKIS DI INDONESIA

Pada jaman penjajahan ada banyak asosiasi bulutangkis di Indonesia yang bergerak sendiri-sendiri tanpa satu tujuan dan cita-cita perjuangan di alam negara merdeka, tidak bisa dibiarkan. Harus diusahakan satu organisasi secara nasional, sebagai wadah pemersatu permainan ini. Untuk mendapatkan wadah organisasi maka cara yang diambil adalah mempertemukan tokoh bulu tangkis dalam satu rapat atau kongres. Cukup sulit memang, tapi Satu hal yang bisa ditempuh adalah lingkup pulau jawa saja. Itupun bisa dilakukan setelah terbentuknya Persatuan Olah Raga Replubik Indonesia atau PORI. Usaha yang dilakukan oleh Sudirman dan kawan kawan melalui perantara surat yang intinya mengajak mereka untuk mendirikan PBSI membawakan dampak positif.

Dalam suatu pertemuan tanggal 5 Mei 1951 di kota Bandung terbentuklah PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) dan pertemuan tersebut adalah  kongres pertama PBSI. Dengan ketua umum A. Rochdi Partaatmadja, sebagai ketua I : Soedirman, Ketua II : Tri Tjondrokoesoemo, Sekretaris I : Amir, Sekretaris II : E. Soemantri, Bendahara I : Rachim, Bendahara II : Liem Soei Liong.

Silahkan dibaca: Induk Organisasi Olahraga Bulutangkis

Dengan adanya kepengurusan tingkat pusat itu maka kepengurusan di tingkat daerah / propinsi otomatis menjadi cabang yang berubah menjadi Pengurus Dareah sedangkan Pengurus Cabang adalah nama yang diberikan kepada kepengurusan ditingkat kotamadya / kabupaten. Pada akhir bulan Agustus 1977 ada 26 Pengurus daerah di seluruh Indonesia (Kecuali Propinsi TImor-Timur ) dan sebanyak 224 Pengurus cabang, sedangkan jumlah perkumpulan yang menjadi anggota PBSI sekitar 2000 perkumpulan.

Berkembangnya olahraga badminton atau bulutangkis di Indonesia tak bisa dipisahkan dengan perkembangan Bangsa Indonesia sejak masa sebelum revolusi fisik, gerakan kemerdekaan, sampai dengan periode pembangunan masa orde baru. Beberapa orang Belanda membawa jenis cabang olahraga bulu tangkis ini, serta pelajar-pelajar Indonesia yang pulang belajar dari luar negeri, dengan cepat menjadikan cabang olahraga ini digemari masyarakat.

Sekitar tahun 40an, olahraga bulu tangkis telah merasuk di setiap pelosok masyarakat. Namun permainan ini baru menemukan bentuk organisasinya setelah tiga tahun diselenggarakan PON I di Solo 1948. Tepatnya Tanggal 5 Mei 1951, Persatuan Bulutangkis Indonesia baru terbentuk disingkat PBSI di kota Bandung. Pada tahun 1953 Indonesia menjadi anggota IBF. Dengan demikian Indonesia berhak untuk mengikuti perandingan-pertandingan Internasional.

Kegiatan yang semarak, pertandingan kompetisi yang teratur, dalam waktu tujuh tahun telah membuahkan hasil yang positif yakni keberhasilan merebut Thomas Cup, lambang supremasi dunia bulu tangkis. Hampir tidak masuk akal menurut pertimbangan ilmiah, bangsa yang baru saja hancur karena perang kemerdekaan, ternyata mampu meraih prestasi gemilang di dunia internasional. 


Keberhasilan ini tidak saja mengejutkan dari arti prestasi, tetapi juga memberikan pengaruh yang mantap. Keberhasilan itu sekaligus menarik perhatian pemerintah masyarakat, sehingga sejak tahun 1958 itu, PBSI tidak lagi bekerja seorang diri. Tidak saja hasil di Thomas Cup, sejak saat itu para pemain Indonesia mampu menunjukkan prestasinya di pelbagai turnamen internasional, seperti All England, Asian Games, Uber Cup dan lain-lainnya.

Adapun pertandingan-pertandingan penting Internasional yang diikuti antara lain :
  1. Kejuaraan All England,
  2. Kejuaraan dunia yang resmi (world Badminton Championship),
  3. Kejuaraan Asia (Asia badminton Championship),
  4. Kejuaraan bulu tangkis di dalam Asian games, SEA Games, Commonwealth Games dan sebagainya (beregu dan perorangan),
  5. Kejuaraan dunia beregu terdiri dari Thomas Cup Championship (Untuk golongan pria) dan Uber Cup Championship (Untuk golongan wanita).
Demikian penjelasan tentang asaul usul sejarah permainan badminton / bulu tangkis di dunia dan di Indonesia. Silahkan baca juga artikel badminton yang lainnya, semoga bermanfaat.